Pemilihan Warna.
Pemilihan warna pada situs ini kurang menarik, terlalu gelap, dan tidak mencerminkan dunia makanan. Padahal, penggunaan warna untuk background, teks, dan elemen grafis lainnya dapat mempengaruhi perilaku user dalam mengakses website.
Resolusi Layar

Statistik saat ini menunjukkan bahwa komputer-komputer yang dimiliki kebanyakan orangmempunyai resolusi layar (screen resolution) 800 × 600 pixel atau 1024 × 768 pixel. Ukuran layaryang lebih besar ternyata lebih populer, dan tren saat ini menunjukkan bahwa resolusi 1024 × 768pixel akan menjadi resolusi umum yang terkecil di masa depan. Jika lebar halaman Web melebihiresolusi komputer pengguna, pengguna yang mengakses halaman tersebut harus melakukan scrollingke samping untuk melihat keseluruhan konten yang ditampilkan. Hal ini tentu saja memberatkanpengguna. Pengguna yang merasa kesal dengan scrolling ke samping memiliki kemungkinan yangbesar untuk meninggalkan situs tersebut. Pengembang web sebaiknya memahami betul masalah ini,sehingga pengembang Web yang baik akan memberikan solusi tampilan terbaik pada komputer yangmenggunakan resolusi tertentu.
Terdapat beberapa solusi untuk menangani masalah tersebut. Salah satu solusinya adalahdengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran resolusi terkecil monitor yang umum saatini, yakni 800 pixel. Pengembang Web yang melakukan hal ini berharap semua komputer penggunadapat menampilkan keseluruhan halaman web tanpa melakukan scrolling ke samping. Resikonya,hanya sedikit informasi saja yang bisa ditampilkan pada halaman dengan lebar 800 pixel. Selain itu,jika komputer pengguna menggunakan resolusi yang lebih besar, akan terjadi pemborosan halamankarena lebar yang ditampilkan tetap selebar 800 pixel. Oleh karena itu, terdapat solusi lain yang lebihbaik, yaitu menggunakan ukuran yang dinamis. Artinya, lebar halaman diberikan dalam ukuranpersentase. Sebagai contoh, jika diberikan definisi lebar halaman sebesar 75 % maka ketika dibukapada komputer dengan resolusi berapapun, lebar halamannya akan memenuhi 75 % lebar layar.Dengan cara seperti ini, penyampaian informasi pada halaman web menjadi lebih efektif karenapengguna yang memakai resolusi tinggi akan mendapat tampilan informasi yang lebih banyak pula.Begitu juga dengan pengguna yang memakai resolusi yang lebih rendah, ia tetap bisa menikmatiinformasi yang ditampilkan tanpa harus melakukan scrolling ke samping.Sayangnya, pengembang Web ini tidak memberikan solusi tersebut. Bahkandengan menggunakan komputer beresolusi 800 × 600 pun, pengguna masih harus melakukan scrollingke samping. Ini berarti pengembang tidak memberikan batasan lebar halaman yang baik sehinggamenyulitkan pengguna dengan mengharuskannya melakukan scrolling ke samping.

Banyak Ruang Kosong

Pada halaman resep, saat melakukan scrolling, terdapatnya ruang kosong (whitespace) yang sangat besar terbuang sia-sia pada bagian tengah halaman.Sebaiknya penggunaan scrolling pada Web ini dihilangkan saja karena kemungkinan hanyasebagian kecil pengguna yang akan melakukan scrolling pada halaman-halaman di Web ini.

Scrolling yang Panjang
Pengembang web sebaiknya menyadari bahwa para pengguna sebenarnya sibuk dan begitubanyak informasi pada Web yang tidak begitu penting untuk mereka namun mengharuskan merekauntuk menggali informasi tersebut pada halaman Web. Mereka tidak akan tertarik kecuali merekadiberitahukan terlebih dahulu bahwa halaman tersebut berharga bagi mereka. Sayangnya, karenakebanyakan halaman Web memiliki nilai informasi yang kecil, para pengguna tentu saja sering kalimemutuskan untuk menghindari scrolling. Sebagai pengembang Web seharusnya kita menyadari faktaini dan memastikan untuk memberikan informasi yang cukup untuk membuat mereka mau melihatapa yang terdapat di bawah dengan melakukan scrolling.
Menurut studi yang dilakukan Nielsen(2006), hanya 42 % pengguna yang mau melakukan scrolling untuk melihat informasi pada halamantersebut. Kebanyakan pengguna berpikir bahwa informasi yang terdapat pada bagian bawah halamanyang sangat panjang tidak penting, sehingga mereka tidak melakukan scrolling ke bawah, apalagiscrollingyang terlalu panjang.Pada Web ini, hampir semuahalaman didesain dengan scrolling.Lebih buruk lagi, scrolling tersebutsangat panjang hingga mencapai lebihdari 4 kali panjang layar, seperti yangterdapat pada halaman utama. Selainitu, informasi yang terdapat di bagian bawah tidak senilai dengan usaha pengguna untuk melakukan scrolling.
Parapengguna yang melakukan scrolling pun akan merasa tidak puas karena mereka tidak mendapatinformasi berharga di bagian bawah halaman yang telah mereka scroll. Hal ini bisa disiasati denganmemberikan jumlah batasan berita yang ditampilkan (pada halaman Home) pada setiap halamannya,karena jumlah berita yang tidak dibatasi itulah yang menyebabkan halaman Home begitu panjang, dan memerlukanscrolling beberapa kali. Jika memang dibutuhkan scrolling karena informasi yangdiberikan cukup penting (seperti pada halaman about us), sebaiknya scrolling yang dibutuhkan tidaklebih dari satu kali. Untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan memberikan informasi yanglebih ringkas dan padat, dan lebih mengoptimalkan kekosongan ruang yang banyak terdapat padahalaman tersebut.

Gambar yang Selalu Berubah-Ubah dengan Sangat Cepat
Pada halaman utama, terdapat penampilan gambar yang berubah-ubahdengan sangat cepat. Hal seperti demikian disebut gangguan yangmenyebalkan (annoying distraction) oleh Galitz (2007). Gambar yang berubah-ubah setiapsepersekian detik tersebut tentu saja sangat mengganggu pengguna yang mungkin sedang membacainformasi yang berguna bagi mereka. Gambar-gambar tersebut bisa mengalihkan perhatian merekadari apa yang sedang mereka baca. Para pengguna yang terus-menerus diganggu oleh gambar tersebutlama-kelamaan akan merasakan kelelahan pada mata mereka.
Sebaiknya gangguan seperti ini dihindari oleh pengembang Web. Pengguna yang mungki sudah tidak tahan lagi dengan ditampilkannya gambar-gambar tersebut bisa meninggalkan Web yangsebenarnya mereka butuhkan untuk mendapatkan informasi. Mungkin pengembang bertujuan untukmenunjukkan berbagai koleksi tanaman yang dimilikinya kepada pengguna. Namun, tujuan tersebutsepertinya tidak akan tercapai karena gambar-gambar yang ditampilkan berganti dengan sangat cepat.Kecepatan mata manusia tidak cukup untuk mengejar kecepatan tampilan gambar-gambar tersebut.Sebagai solusi, sebaiknya gambar-gambar tersebut ditampilkan dengan wajar, yaitu tanpa mengubahubahnyasetiap waktu. Hal ini akan menyebabkan halaman situs menjadi lebih bersahabat bagipengguna.

Teks yang Terlalu Panjang dalam Satu Baris

Teks yang terlalu panjang yang ditempatkan dalam satu baris akan mengakibatkan pengguna harus melakukan scrolling ke samping. Hal ini jauh lebih mengesalkan daripada melakukan scrolling ke bawah. Selain itu, menampilkan teks lebih dari sepuluh kata dalam satu baris sangat memberatkan pengguna yang membaca, sehingga informasi tersebut tidak bisa disampaikan kepada pengguna dengan efektif. Pada web ini, beberapa halaman menyajikan teks yang terlalu panjang dalam satu baris sehingga mengharuskan pengguna untuk melakukan scrolling horizontal.

Sekilas Tentang www.indowebresto.com

IndoWebRestomerupakan situs yang menyediakan informasi tentang dunia makan, restoran dan cafe, di seluruh Indonesia. Segala informasi yang ada di dalam IndoWebRestoadalah dari para member dan untuk para member. Oleh karena itu, informasi yang ada di dalam IndoWebRestosangat bergantung pada member yang mendaftar dan keaktifan member. Para member IndoWebResto bisa mendapatkan informasi yang paling lengkap dan terbaru dari seluruh restoran yang ada.
SAN
Tampilan Halaman Utama
Desain yang ditampilkan pada halaman utama terlihat sangat tidak teratur. Iklan yang terdapat pada bagian paling atas halaman terlihat lebih besar dari pada judul web, sehingga perhatian user cenderung pada iklan tersebut. Pada halaman tersebut juga terlihat ruang kosong (whitespace) yang cukup besar pada iklan yang terlihat kurang proporsional.
Logo, Nama Perusahaan dan Tagline
Nama perusahaan ditempatkan pada bagian atas dari halaman, dan berada pada pojok kiri atas. Namun, kecil nama perusahaan terlihat lebih kecil daripada iklan yang ada di atasnya.Identitas situs ataupun logo ibarat nama bangunan untuk situs web (Krug, 2000). Identitas situsmemberitahu kita dimana kita sedang berada. Oleh karena itu, keberadaan logo dalam suatu situssangatlah vital.
Pada situs ini, logo perusahaan tidakjelas. Walaupun nama perusahaanditampilkan, keberadaan logo tetap merupakan kebutuhan tersendiri. Logo biasmenjadi gambar sederhana yang mudah diingat oleh pengguna sehingga pengguna bisa mengenaliperusahaan hanya dari logo tersebut. Hal ini berkaitan dengan salah satu faktor usability, yaitumemorability. Logo simple yang mudah diingat akan membantu pengguna untuk mengingat situstersebut, mengenai bagaimana kontennya, dan task yang harus dilakukannya.
Selain itu, situs ini tidak memiliki tagline.Tagline merupakan frase yang ringkas dan tajam yangmemberikan ciri yang khas bagi suatu perusahaan dan dapat menyimpulkan keseluruhan situs, danbisa membuat suatu perusahaan menjadi besar dan terkenal. Tagline yang baik bisa sangat informatif,membuat perbedaan dengan yang lain, dan dapat menghasilkan keuntungan (Krug, 2000).Oleh karena itu, untuk menarik minat calon pelanggan, sebaiknya situs ini menambahkan taglinedi dekat identitas situs. Hal ini bisa menjadi suatu daya tarik tersendiri karena tagline mampumemberikan diferensiasi dengan kompetitor produk sejenis dan menjelaskan mengapa pengguna harusmemilih situs bersangkutan.

PengantarWeb Experience

Terdapat beberapa faktor yang membuat user experience menjadi efisien, efektif, dan menyenangkan, yaitu:
1. Expectations
Sesuai dengan harapan pengguna mencakup konten, pengorganisasian, dan navigasi
2. Tasks
a. Memastikan bahwa desain bisa merefleksikan kemampuan dan batasan pengguna
b. Membakukan urutan task
c. Menyediakan kemudahan penggunaan
3. Visual Appearance
Menyediakan tampilan visual yang atraktif dan konsisten
4. Information Content
a. Memastikan bahwa konten sesuai dengan kebutuhan pengguna
b. Memastikan bahwa informasi yang paling penting ditempatkan secara menonjol dan visible tanpa scrolling
c. Memastikan bahwa konten di-update secara teratur
5. Web Page Headings
a. Control heading : Untuk pengelompokkan heading, sebaiknya mengikuti garis pedoman mengenai control heading
b. Content and information heading :
Penggunaan :
Membuat headings untuk mengklasifikasikan dan mengorganisasikan informasi
Menyediakan headings dan subheadings penuh arti yang secara jelas menjelaskan konten dan cakupan informasi di dalamnya
Menggunakan secara bebas pada keseluruhan situs
Menggunakan sebagai link pengantar
Penyajian :
Membangun hirarki dari style, ukuran dan bobot font berkaitan dengan pengaturan yang dibuat dan tingkat kepentingan dari konten teks
Meminimalkan penggunaan variasi ukuran dan style dari font sesuai dengan kepentingannya untuk mengkomunikasikan konten dan pengaturan kepada pengguna
Tidak mencampuradukkan level heading secara acak atau melewati level heading
6. Platforms
a. Membuat desain untuk platform dan ukuran/resolusi layar yang berbeda
b. Menentukan area yang bebas gambar
7. Processes
a. Tidak menampilkan gambar atau grafik yang bukan merupakan kesatuan, seperti pop-up window yang tidak perlu
b. Menyediakan opsi untuk mencetak (printing)
c. Memberikan peringatan kepada pengguna jika halaman yang sedang diakses akan mengalami time-out
8. Downloading
a. Meminimalkan waktu untuk me-load halaman
b. Memastikan bahwa halaman di-load di layar sehingga header dan informasi navigasi tampil lebih dulu
c. Membuat pengunduhan media tambahan seperti suara dan video sebagai pilihan
d. Jika halaman akan diunduh secara lambat, pengguna sebaiknya diberi saran dan ukuran file harus diberitahukan
9. Web Applications
Menyediakan aplikasi web seperlunya
10. Accesibility
Merancang web dengan kemampuannya yang dapat diakses mencakup keseluruhan aspek web
11. Assistance
Menyediakan bantuan bagi pengguna
(Galitz, 2007)

PengantarWeb Usability

Usability merupakan atribut kualitas yang memperkirakan seberapa mudah sebuah user interface digunakan. Istilah usability juga merujuk pada metode-metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan sepanjang keseluruhan proses desain (Galitz, 2007). Usability juga diartikan sebagai kemampuan untuk digunakan oleh manusia secara mudah dan efektif, dimana “mudah” merujuk pada tingkat penaksiran subjektif tertentu, dan “efektif” merujuk pada tingkat tertentu dari hasil yang didapat manusia (Shackel, 1991).
Usability mencakup lima komponen kualitas berikut:
1. Learnability
Learnability menjelaskan seberapa mudah para pengguna mampu menyelesaikan task dasar ketika pertama kali mereka menggunakan desain
2. Efficiency
Efficiency menjelaskan seberapa cepat para pengguna mampu melaksanakan task setelah mempelajari desain
3. Memorability
Memorability menjelaskan kemudahan pengguna untuk kembali menjalankan task yang ada setelah dalam periode waktu tertentu tidak berhubungan dengan desain tersebut
4. Error
Error menjelaskan seberapa banyak error yang dilakukan pengguna, seberapa parah error tersebut, dan seberapa mudah pengguna memperbaiki error
5. Satisfaction
Satisfaction menjelaskan seberapa tingkat kepuasan pengguna akan desain yang dibuat (Nielsen, 2006)

Search
Archives